Taman Akan Melihatku, Selalu

Taman itu indah,
entah tidak seperti biasanya
Kali ini,
lebih indah

Pancarona bunga, hijau buana,
segar udara, terasa istimewa,
seperti biasa
aku menikmatinya

Namun apa dikata,
hati tak seperti mata
Hati melihat, mata tidak

Oh, aduhai, sosok berbaju hitam
Taman ini lebih tenang,
ada kedamaian dalam matanya

Oh, aduhai, hati yang menggeram
Berdetak melintang,
ada hasrat di dalamnya

Oh, Tuhan, izinkanku mengenalnya
dan sepertinya,
taman akan selalu melihatku,
Minggu sampai Sabtu,
esok hari, Tuhan


(Taman di Jakarta, 29 Juli 2023)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dialog Hujan Januari dan Juni (Sebuah Sambatan)

Sesal Juni Pada Januari