Dialog Hujan Januari dan Juni (Sebuah Sambatan)
Ahad malam (12 Oktober 2025), jadi memorial yang tak akan mudah terlupa. Terhempasnya segala keresahan dan beban pikiran pasca terlaksananya event Light Festival , inisiasi terbesar KAMMI LIPIA pasca Covid-19. Untuk menyambatnya, aku memilih kembali mengingat puisi lama yang ditulis setahun lalu, sebab kemiripan kondisi yang terjadi. "Ajari Januari, Wahai Juni" dan "Sesal Juni Pada Januari" jadi 2 pilihan puisi yang kuangkat, keduanya pun bisa kamu temukan di Blog ini. Story WhatsApp jadi saksi hal itu pada Senin pagi (13 Oktober 2025). "Ajari Januari, Wahai Juni" Sapardi pernah mengisah, tentang tabahnya hujan Juni Begitu mencinta, rindu Sungguh arifnya cinta itu Tapi ada yang lebih tabah; rintik hujan di Januari Alurnya amat berat Berjuta tanah disambangi Ia berkata, "Apa ini perhentianku?" Wahai hujan Juni yang menanti, Ini pesanku, "Ajari rintik Januari memilih yang dicari Agar hujannya di Juni, mampu berkalibrasi" (22 Maret, 2024)...