Postingan

Fawaid Nusus - Bagian (Harusnya 2) 1

Fawaid Nusus - Bagian (Harusnya 2) 1 Dr. Thahir hafizahullah (Jum'at, 23 Agustus 2024) - Part 1 Kembali bersama Dr. Thahir dalam pelajaran Teks-teks Sastra (النصوص الأدبية).  Sebelumnya, penamaan judul halaman ini berbeda dengan tulisan sebelumnya tentang Fonologi . Hal ini tidak lain karena dalam teks-teks sastra, faedah mudah sekali didapat. Bahkan, dalam beberapa pelajaran lebih banyak faedahnya dibanding dengan pelajaran tertulisnya. Kemudian soal kata "Harusnya 2" adalah karena memang tulisan ini ditulis dalam pertemuan ke-2 pelajaran teks-teks sastra. Teks Sastra Andalusia Semester 5 memang terjadwal untuk belajar teks sastra di masa Andalusia setelah sebelumnya telah tuntas pembelajaran tentang teks sastra di masa Jahiliah-Abbasiyah. Dr. Thahir menjelaskan dalam kesempatan ini tentang karakteristik dan keunggulan syair di masa Andalusia. Sebelum masuk 2 pembahasan tersebut, secara singkat mari temani saya berdiskusi tentang Andalusia yang hal ini dibahas dalam pert...

Belajar Fonologi - Bagian 1

Day-1 Belajar Fonologi - Dr. Thahir  hafizhahullah (Kamis, 22 Agustus 2024) Dr. Thahir hafizhahullah  kembali membersamai semester 5 saya di LIPIA Jakarta dengan mengajar 3 mata pelajaran; Fonologi, Teks-teks Sastra, dan Kritik Sastra. Kemarin sebenarnya bukan pertemuan pertama, tetapi ide untuk menulis hasil pembelajaran perkuliahan baru terpikir kemarin sore. Jadi, yasudahlah. 'Ilmu al-Aswaat (علم الأصوات) adalah nama lain dari fonologi dalam bahasa Arab. Fonologi adalah ilmu tentang perbendaharaan bunyi-bunyi (fonem) bahasa dan distribusinya (Wikipedia). Fonologi menjadi cabang dari pembelajaran linguistik (علم اللغة). Dr. Thahir menjelaskan bahwa fonologi membahas tentang tempat keluar (مخارج), sifat (صفات), dan distribusi bunyi (كيفية صدورها). Sebenarnya ada satu pembahasan lagi, yaitu fonologi akustik (علم الأصوات الفيزيائية), ia mempelajari bunyi sebagai fenomena alam berupa getaran di udara. Tapi ini tidak dipelajari sebab bukan takhassus di Jurusan Bahasa Arab, melai...

Abadi, Juang Komandan Kami

Terpisah Terpisah jauh Terpisah jauh, sungguh Sungguh Sungguh ia dekat Sungguh ia dekat, di hati Di hati Di hati ia bersemayam Di hati ia bersemayam, menumbuhkan yang baru Yang baru Yang baru pasti datang Yang baru pasti datang, dengan ghirah di dadanya Di dadanya Di dadanya tertanam Di dadanya tertanam, Islam sebagai asas perjuangan Jika menulis adalah untuk keabadian Maka dirinya tertulis di setiap gores perjuangan Abadi, juang komandan kami (Rabu, 31 Juli 2024) Pemimpin kami, Ismail Haniyya wafat dalam serangan yang tertuju padanya di Teheren, Iran. Semoga Allah meridainya.

Cukup-Cukuplah

Hidupmu, adalah untuk-Nya Maka siapkan dan lakukan Langkahmu itu, kuatkanlah Sabarmu itu, perteballah Syukurmu itu, rutinkanlah Allah pasti cukupi, semua bekal langkahmu Ia tak mungkin membebani di luar mampumu Allah pasti cukupi, lapang dada hatimu Sabarlah, Ia tak mungkin memberimu uji tanpa puji Allah pasti cukupi, semua butuhmu Syukurilah, Ia kan tambah di atas harapmu Cukup-cukuplah Cukup-cukuplah Cukup-cukuplah Semua indah, bersama-Nya Rabu, 17 Juli 2024 #LiterasiSobsol #QolamunaBercerita

Berjumpa, Walau Tak Suka

Satu perasaan, yang selalu mengikat manusia Ia menjadi pembuka mimpi-mimpi baru Hadir sebagai penghitung cermat sebuah langkah Tak banyak disukai, namun selalu dijumpai Ia sesal Sungguh peduli dirinya Langkah-langkah ini, memiliki arti berkatnya Mimpi-mimpi ini, menjadi indah sebabnya Ia rela berjumpa, meski tak disuka #QolamunaBercerita #LiterasiSobsol (Jum'at, 5 Juli 2024)

Membiasakan Sulit

Membiasakan Sulit Di taman Jakarta, pekan lalu, Aku melihat seorang anak kecil sedang berlatih berjalan. Tertatih-tatih ia berusaha, terlihat begitu sulit. Ibunya sabar membimbingnya. Setiap sore, Aku memang selalu menyempatkan diri ke taman. Indah sekali melihat barisan pohon di tengah padat Jakarta. Dan hari ini, Ku kembali melihat anak itu. Ia sudah lancar berjalan. Ternyata, sulitnya berhasil ia atasi. Pekan berikutnya, anak itu bisa berlari. Sesekali terjatuh, tapi ia tetap bangkit. Mungkin besok-besok, ia sudah bisa mengendarai sepeda, bahkan motor. Aku kemudian menyadari, bahwa sulitku kini hanya karena tidak terbiasa. Ternyata, kemudahan yang kurasakan sekarang adalah kesulitan yang pernah terjadi sebelumnya. Karena bagaimana Aku tahu arti kemudahan jika tak mengenal arti sulit? (Kamis, 4 Juli 2024) #QolamunaBercerita #LiterasiSobsol

Ceracau Sang Bumi

Betapa bijak sang Bumi, jika ia mampu berbicara Jutaan tahun, ia menghimpun lara-gembira Berapa miliar? Hikmah yang ia punya Gagah sang bumi bercerita Seperti menonton film saat sang bijak berkata Bergema, dalam, dan tertata Ia berkisah, tentang hijau dirinya Ia berkisah, tentang biru langitnya Ia berkisah, tentang bening lautnya Ia berkisah, dengan suara yang indah Kemudian ia berkisah, tentang hidupnya manusia Suaranya mengecil, hilang gemanya Ia menceracau, hilang tatanya Seakan semua kisahnya tak pernah ada Berat, apa yang diperbuat manusia? (03 Juli 2024) #LiterasiSobsol #QolamunaBercerita

Rekaman 5 Malam

Satu, semua bersiap jasad menyeru harap Dua, semua bergegas tumbuh berdasar asas Tiga, larut kalut menjauh selimut bermalam, semua terkerut Empat, alah bisa karena biasa semua nir sia-sia Lima, adorasi mengandung visi semua isi harap implementasi *** Tuhanku Di pintumu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling M. Haikal Lukmanulhakim  (Ahad, 30 Juni 2024)

Inti Kesah

Inti Kesah Dengan masalah semua mudah Ia inti indah dari kesah Masalah Susah Kesah Pecah Mudah Hilanglah amarah (Senin, 24 Juni 2024)

Puisi Nasi Goreng

Lapar Puisi nasi goreng mengingatkanku Aroma nasi goreng di pertigaan Sepulang dari sini Semoga tidak ada puisi lain Aku ingin nasi itu, dinikmati semestinya 28 April 2024